Sentra-sentra Ekonomi Bakal Jadi Sasaran Sensus Pajak

 Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak sedang mempersiapkan rencananya untuk melakukan sensus pajak. Sentra-sentra ekonomi di Indonesia bakal jadi sasaran aparat pajak untuk menjalankan program ini.

Dirjen Pajak Fuad Rahmany menjelaskan sensus pajak adalah kegiatan penyisiran dan pencacahan terhadap potensi pajak baik wajib pajak dan objek pajak yang dilakukan oleh Ditjen Pajak dalam rangka ekstensifikasi atau menjaring wajib pajak yang belum terdaftar dan objek pajak yang dipajaki serta intensifikasi optimalisasi perpajakan atas objek pajak yang belum sepenuhnya dipajaki pada 2011 sampai dengan 2012.

“Ini beda dengan sensus penduduk yang semua orang dicatat, kalau ini kita lebih pada mana sentra-sentra ekonomi kita imbau untuk bayar pajak, kalau bagian-bagian yang sulit belum bisa kita jangkau,” jelasnya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2011).

Saat ini, lanjut Fuad, pihaknya sedang melakukan persiapan untuk memetakan sentra-sentra ekonomi yang memiliki potensi pajak besar. Diharapkan, sensus pajak ini bisa dilakukan usai bulan puasa nanti.

“Kita lihat persiapannya nanti, lebih cepat lebih baik. Tapi kan kita harus memperhitungkan seperti bulan puasa dan setelah itu. Tapi sensus ini sendiri panjang periodenya, kita lakukan secara bertahap. Nanti kita punya peta blok, kita akan liat peta potensi sentra-sentra ekonomi. Kita lihat mana lokasi-lokasi, seperti perkebunan, pertambangan nanti akan dipetakan, makanya persiapannya harus matang. Tapi kita sudah omongin sekarang untuk ditegaskan, jadi kita sampaikan dulu, karena persiapannya agak lumayan lama, kita sudah bicarakan sejak 2 bulan lalu,” ujarnya.

Menurut Fuad, target dari sensus pajak ini adalah semakin banyaknya penduduk Indonesia yang menyerahkan SPT Pajak Penghasilan. Pasalnya, jika hanya dikejar banyaknya penduduk yang memiliki NPWP, belum tentu dapat meningkatkan penerimaan.

“Yang non NPWP kan juga disensus, kita pendekatan lebih kepada SPT, bukan NPWP, karena seperti ini yang riil dan konkret. Orang bayar pajak kan lewat pengisian seperti, yang nantinya pakai surat setoran pajak,” katanya.

“Jadi bukan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki nomor pokok, karena ternyata orang punya NPWP tidak ngisi SPT. Makanya mulai masuk kepada tahap, era di mana masyarakat kita ingatkan, hei isi SPT bayar pajaknya. Jangan punya NPWP tapi tidak bayar pajak, jadi periode kita ini menekankan pada SPT,” pungkasnya.

 

Sumber : Ramdhania El Hida – detikFinance

(nia/dnl)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: