Pemko Akan Naikkan Pajak Dua Kali Lipat

BATAM (BP) – Meski tahun lalu ditolak berbagai kalangan, Pemko Batam kembali  mengusulkan kenaikan pajak dan retribusi daerah. Usulan itu disampaikan Wali Kota Batam  Ahmad Dahlan ke DPRD Batam dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang  Pajak-pajak Daerah Kota Batam, Rabu (2/2) lalu.

Dalam Ranperda Pajak setebal 41 halaman itu, hampir semua pajak naik sampai dua kali  lipat, kecuali pajak restoran dan hotel yang tetap 10 persen. Tarif Pajak Penerangan Jalan  (PPJ), misalnya, dari 4 persen naik jadi 7 persen. Tahun lalu, pengusaha dan warga  menolak karena Pemko Batam mengusulkan kenaikan tarif 10 persen.

Tarif pajak reklame dari 15 persen naik jadi 25 persen. Tarif ini sama dengan usulan tahun  2010 yang pernah ditolak Asosiasi Pengusaha Periklanan Batam (APPB). Waktu itu, Sarno  Ahmad, Ketua APPB menolak dengan alasan kondisi ekonomi lesu yang berimbas pada  sepinya bisnis di bidang reklame. “Kalau digali secara maksimal, tanpa harus menaikkan  pajak, pendapatan daerah dari sektor reklame pasti meningkat,” katanya.

Tarif pajak hiburan juga naik. Tontonan film misalnya, dari 10 persen dinaikkan jadi 15  persen. Pagelaran kesenian, musik, dan tari juga naik jadi 15 persen. Begitu juga  permainan golf, biliar dan boling tarifnya 15 persen.

Diskotek, karaoke, klub malam, bar dan sejenisnya tarif pajaknya naik dari 15 persen jadi 45  persen. Panti pijat, refleksi, mandi uap atau spa yang kini laris didatangi turis asing juga  dipatok pajak 35 persen. Usulan kenaikan tarif pajak dunia hiburan masih lebih rendah  dibandingkan usulan tahun lalu yang naiknya mencapai 75 persen.

Ahmad Dahlan mengatakan, usulan Ranperda Pajak-pajak Daerah itu perlu disampaikan  untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak  Daerah dan Retribusi Daerah. Pemko Batam juga memerlukan tambahan dana untuk  menunjang pembangunan.

‘’Sehingga diharapkan pelayanan pada masyarakat makin meningkat,’’ katanya.

Selain Ranperda tentang Pajak-pajak Daerah, Dahlan juga menyampaikan empat  Ranperda lain ke DPRD. Antara lain Ranperda tentang Kebersihan, Parkir, dan  Kepelabuhanan.

Anggota Komisi II DPRD Batam Asmin Patros mengatakan, Ranperda yang telah masuk ke  DPRD selanjutnya akan disampaikan pada Badan Legislasi (Banleg) DPRD Batam.   “Sebagaimana pada pembahasan ranperda sebelumnya, semua pihak yang berhubungan  dengan ranperda akan diundang menghadiri pembahasan nantinya,’’ kata Asmin Patros.

Ketua Komisi I DPRD Batam Basri Harun mengusulkan agar Ranperda tersebut disatukan  saja, sebab sama-sama Ranperda mengenai pajak dan retribusi daerah. ‘’Hendaknya  disatukan saja sehingga menjadi Ranperda Pajak dan Retribusi Kota Batam,’’ usul Basri.

Ketua DPRD Batam Surya Sardi menggesa agar Badan Legislasi DPRD Batam segera  memproses usulan Ranperda dari Pemko Batam tersebut. ‘’Baleg harus segera membahas  ini bersamaan dengan Ranperda inisiatif DPRD,’’ ucapnya.
Ketua Baleg DPRD Batam Helmy Hemilton mengatakan, Banleg akan berusaha secepatnya  Ranperda usulan Pemko dan DPRD bisa disetujui untuk dibahas. (med/amr)

Sumber : http://www.batampos.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: