Ditjen Pajak Bidik Usaha Kecil

Rabu, 13 Oktober 2010 10:32

JAKARTA (BP) – Bagi para pengusaha kelas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), siap-siaplah didatangi petugas pajak. Pasalnya, ke depan, UMKM menjadi salah satu sektor yang akan dibidik Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Mochamad Tjiptardjo mengatakan, di Indonesia, potensi pajak dari sektor UMKM atau small medium enterprise (SME) sangat besar. “Tapi, kita akui belum optimal digarap,” ujarnya di Kantor Ditjen Pajak, Senin (11/10).
Menurut Tjiptardjo, di Indonesia terdapat puluhan juta pengusaha sektor UMKM. Karena termasuk sektor informal, maka data UMKM belum begitu lengkap dimiliki oleh pemerintah. ”Tapi, dari yang tampak saja, potensinya luar biasa,” katanya. Tjiptardjo menyebut, potensi itu terlihat dari berbagai pemberitaan tentang sektor UMKM yang menunjukkan omzet yang begitu besar. Misalnya, peternak ikan, perajin handycraft, pedagang di pasar, pemilik toko kelontong, serta para pemilik kios yang disewakan. “Omzetnya bahkan ada yang sampai ratusan juta rupiah,” terangnya.
Lalu, bagaimana cara Ditjen Pajak menyasar pengusaha UMKM? Tjiptardjo mengatakan, saat ini pihaknya sudah mempelajari sistem yang diterapkan di negara-negara maju untuk menjaring Wajib Pajak (WP) sektor UMKM. Saat ini, sistem tersebut tengah dimatangkan untuk segera bisa diaplikasikan.  ”Intinya, rate (tarif, red) pajak untuk pengusaha UMKM akan sangat kecil, jadi tidak memberatkan. Tapi, jika jumlah WP yang bisa dijaring banyak, maka nilai pemasukan pajaknya bakal signifikan,” jelasnya.
Selain sektor UMKM, Ditjen Pajak juga akan mengoptimalkan pemasukan pajak dari perusahaan besar atau WP badan. Tjiptardjo mengakui, saat ini masih ada beberapa sektor industri seperti sektor pertambangan yang pemasukan pajaknya kurang optimal. ”Kita kan melihat juga pertumbuhan sektor industri tersebut, karena itu kita pantau betul sektor yang tengah booming seperti otomotif maupun telekomunikasi,” ujarnya. Dia memisalkan, ada sektor industri yang tumbuh 4 atau 10 persen, namun penerimaan pajak dari sektor tersebut justru anjlok. (owi/kim/jpnn)

Sumber : batampos.co.id

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: