Pengusaha Tak Lagi Dipersulit

Batampos.co.id,



Senin, 02 Agustus 2010 07:51
Dewan Kawasan (DK) Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) untuk Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) menyatakan tidak ada lagi hambatan penerapan FTZ. Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 2/2009 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan dan Cukai serta Pengawasan atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari serta berada di kawasan yang telah ditunjuk sebagai FTZ, kini dalam proses perampungan di Kementerian Keuangan RI.
”Tak ada masalah lagi dengan revisi PP Nomor 2 itu. Penerapan FTZ secara luas segera berjalan sempurna. Kalangan pengusaha tak perlu mengkhawatirkan lagi, baik statusquo  FTZ BBK maupun dampak lainnya,’’kata Sekretaris DK FTZ, Jon Arizal, Jumat (30/7) lalu. Penegasan ini menjawab rasa pesimis yang disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Kepri, Erwan Buntaro, terkait penerapan FTZ di Kepri yang terbit di Batam Pos, pekan lalu.
”Jika pengusaha, serta lembaga terkait lainnya mendukung sepenuhnya, FTZ BBK akan berjalan sempurna,’’ kata Jon. Dalam revisi PP yang baru ini, telah mengakomodir unsur mudah, murah, transparan, dan cepat. Kalangan pengusaha, dalam melakukan pemasukan maupun pengeluaran barang, tak akan dipersulit lagi.  ”Pengawasannya diperketat. Hal ini untuk membatasi terjadi pungutan liar (pungli). Karena itu, perlu peran semua pihak,’’katanya.
DK FTZ, lanjutnya, hingga kini masih ada pemberian izin diterbitkan pusat. Contohnya, izin form pemasukan mobil di Kementerian Perdagangan. Importir tentu kesulitan melakukan aktivitas, karena mereka harus mengurus ke pusat. ”DK gencar minta agar pengurusan perizinan ini sepenuhnya terpusat di wilayah FTZ BBK saja,’’tuturnya.
Upaya lain agar pusat segera merampungkan revisi PP Nomor 2, DK FTZ beberapa waktu lalu juga telah membentuk tim percepatan perubahan PP 02 tahun 2009 dan telah menyetujui perubahan struktur Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Batam. Perubahan untuk menyempurnakan struktur organisasi badan pengusahaan kawasan tersebut agar lebih optimal.
Wakil Ketua Umum Kadin Kepri, Erwan Buntaro, status qou FTZ di BBK, saat ini tidak saja semakin memburuknya investasi dan melemahnya kepercayaan asing terhadap pelaku bisnis di Kepri.  ”Saat ini, status Kepri tak jauh berbeda dengan daerah lainnya,” bebernya. Masalah fiskal impor barang mewah, kata Erwan, yang seharusnya ditiadakan, kini masih berlaku. Aktivitas pengecekkan barang masuk di pelabuhan juga, katanya dilakukan manual yang berakibat keterlambatan.

”Kalau keadaan ini dibiarkan terus, bukan tidak mungkin para pelaku bisnis di BBK ramai-ramai akan hengkang dan memulai yang baru di negara lain,” katanya. Perubahan struktur organisasi ini dituangkan dalam Peraturan Ketua Dewan Kawasan (DK) nomor 7 tahun 2010. Dengan adanya perubahan ini, maka diharapkan pergerakan dari BPK Batam akan lebih optimal. Untuk tahap pertama, DK berharap BPK Batam dapat segera mengisi seluruh struktur organisasi BPK. Sehingga, nantinya roda organisasi ini dapat berjalan dengan optimal. Hal yang sama berlaku juga untuk BPK Karimun, BPK Bintan-Tanjungpinang.
Seperti diberitakan koran ini sebelumnya,  Masalah fiskal impor barang mewah, yang seharusnya ditiadakan, kini masih berlaku, lanjut Erwan. Di bagian lain, aktivitas pengecekkan barang masuk masih dilakukan secara manual di pelabuhan yang berakibat adanya keterlambatan. ”Kalau keadaan ini dibiarkan terus, bukan tidak mungkin para pelaku bisnis di BBK ramai-ramai akan hengkang dan memulai yang baru di negara lain,” katanya.
Kendati aflikasi FTZ di BBK masih belum jelas, tambah Erwan, yang pasti secara de jure kawasan BBK, adalah zona perdagangan bebas yang harus diperjuangkan sungguh-sungguh dan benar. (zek)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: