Tempat Usaha Bayar 0,75 Persen

Harian Kompas, 24 Juli 2010

Jakarta, Kompas – Direktorat Jenderal Pajak mulai memberlakukan pengenaan Pajak Penghasilan atau PPh pada warung atau tempat usaha yang dimiliki wajib pajak orang pribadi, mulai dari usaha rumahan hingga ke mal.

Setiap tempat usaha wajib membayar PPh sebesar 0,75 persen dari omzet atau jumlah peredaran setiap bulan sesuai dengan ketentuan Pasal 25 Undang-Undang PPh Nomor 36 Tahun 2008.

”Banyak orang Indonesia yang memiliki usaha lebih dari satu tempat. Kami bersyukur karena ini berarti makin banyak orang yang berpenghasilan sehingga pajaknya semakin tinggi juga. Kami ingin menertibkan ini dan berusaha agar mereka tidak kesulitan membayar pajak,” ujar Kepala Subdirektorat PPh Pemotongan, Pemungutan, dan Orang Pribadi Ditjen Pajak Dasto Ledyanto di Jakarta, Jumat (23/7).

Menurut Dasto, orang yang memiliki usaha dagang (baik barang maupun jasa) seperti itu dikelompokkan sebagai wajib pajak orang pribadi pengusaha tertentu (WP OPPT).

Ini mencakup orang yang membuka warung (usaha jasa) di garasi rumahnya hingga pedagang yang memiliki satu kios atau lebih di berbagai tempat, baik di mal maupun rumah toko (ruko).

Penghasilan yang diperoleh dari setiap kios merupakan obyek pajak yang harus dibayar secara berangsur-angsur setiap bulan (PPh Pasal 25) agar tidak memberatkan wajib pajak tersebut.

Setelah satu tahun, wajib pajak tersebut wajib melaporkan surat pemberitahuan pajak tahunan dengan melampirkan surat setoran pajak (SSP) Pasal 25 (pajak bulanan).

SSP PPh Pasal 25 itu akan mengurangi jumlah PPh tahunan yang akan dibayarnya setiap bulan Maret. Ini sesuai dengan prinsip PPh Pasal 25, yakni mendekati jumlah pembayaran PPh tahunannya.

Namun, tidak semua warung dikenai kewajiban membayar PPh Pasal 25. Jika jumlah peredaran di warung itu lebih kecil daripada penghasilan tidak kena pajak (PTKP), yakni Rp 1,32 juta per bulan, pemilik warung itu tidak termasuk subyek pajak sehingga dibebaskan dari kewajiban membayar PPh Pasal 25.

Pengamat pajak Darusalam mengatakan, besaran tarif PPh Pasal 25 sebesar 0,75 persen dari omzet bruto sebulan sebagai angsuran bulanan masih dapat diperdebatkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: