Pengusaha Enggan Bayar Pajak

Batampos.co.id, Kamis, 22 Juli 2010 08:25
Pengusaha yang membuka usaha di Kabupaten Lingga, khususnya Dabo Singkep, banyak yang enggan membayar pajak dan retribusi. Imbasnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sulit dicapai. Padahal di Kabupaten Lingga banyak potensi pajak dan retribusi yang bisa digarap. Di antaranya, pajak reklame, walet, hotel, dan restoran namun belum memberikan kontribusi.
Kabid Pendapatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset (DP2KA) Lingga Mulkan Azima, membenarkan jika reklame, warnet, playstation, salon kecantikan, panti pijat ataupun tempat permainan biliar belum memberikan kontribusi bagi PAD Lingga. ”Kita sudah membuat surat edaran ke masing-masing tempat usaha yang ada. Tapi tak dihiraukan,” kata Mulkan.
Ketua Komisi II DPRD Lingga Syafruddin Abdul Gani, meminta kepada Pemkab Lingga segera mengajukan rancangan Perda tentang pajak maupun retribusi. Hal ini perlu dilakukan untuk menunjang dan menambah PAD dari sektor pajak, termasuk pajak penangkaran walet, perikanan dan lain-lainnya.
”Perda yang ada saat ini masih mengacu kepada kabupaten induk Kepri (Bintan, red). Banyak sektor pajak yang bisa kita garap untuk menggenjot PAD, seperti retribusi penangkaran sarang walet, perikanan, hotel dan restoran serta pajak atau retribusi yang lainnya,” kata Syafruddin.
Sebelumnya, Bupati Lingga Daria mengkhawatirkan target PAD Lingga tahun 2010 sebesar Rp12 miliar sulit dicapai. Penyebabnya, sejumlah potensi retribusi tak bisa dipungut karena terbentur aturan. Untuk itu, Satuan Perangkat Kerja Daerah (SPKD) diminta menggenjot potensi dalam peningkatan PAD. “Sektor perikanan dan kelautan selama ini cukup memberikan kontribusi. Kenyataannya sekarang Kementerian Perikanan dan Kelautan melarang sejumlah retribusi di bidang perikanan. Ini harus jadi catatan dan tak boleh bertumpu pada bidang tertentu,” kata Daria.
Daria menyebutkan, kemungkinan penurunan PAD ada. Untuk itu Pemkab harus berbenah menggarap potensi yang selama ini belum tergali. Salah satunya, sektor pariwisata yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal.  Daria lalu membandingkan dengan Kabupaten Bintan. Di mana PAD Kabupaten Bintan dari kawasan wisata Lagoi setiap tahun memberikan kontribusi sekitar Rp70 miliar. ”Bandingkan dengan Kabupaten Lingga, total PAD hanya Rp12 miliar. Kalau bicara potensi, saya pikir Lingga tak kalah dengan Bintan,”  APBD Lingga 2010 mengalami penurunan dibandingkan 2009 karena turunnya dana alokasi umum (DAU). Target PAD kemungkinan besar sulit tercapai. Dalam menyiasati kondisi ini, SKPD harus pandai-pandai menggali PAD. “Kita akui banyak potensi belum tergali,”ujarnya.
Ia mencontohkan potensi pajak dari usaha penangkaran walet. Sejauh ini belum memberikan dampak bagi PAD. Dalam APBD 2008, pajak walet yang masuk ke kas daerah hanya Rp3,4 juta. Padahal di Lingga usaha penangkaran walet jumlahnya ratusan. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: