Menkeu Mundur, Tax Holiday Industri Tetap Diberlakukan


Okezone.com, 7 Mei 2010
JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat meyakini, pemberlakuan tax holiday akan tetap terlaksana, walaupun Sri Mulyani Indrawati tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).

“Saya optimistis ini akan berhasil, yang ganti hanya menterinya bukan pemerintahnya,” tegas Hidayat di Jakarta, kemarin.

Hidayat mengatakan, pihaknya dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wiryawan akan tetap membuat konsep tax holiday untuk diajukan ke Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Penyerahan konsep kebijakan ini dilakukan agar Menkeu yang baru dapat mempelajarinya. “Hatta kan sudah bilang akan mendukung industri dan investasi. Ini kan sudah tinggal finishing saja,” terangnya.

Hidayat menuturkan, berbagai kebijakan yang terkait sistem tarif dan fiskal harus mendukung sektor industri dalam negeri. “Kebijakan-kebijakan yang menyangkut sistem tarif dan kebijakan fiskal terhadap industri harus tetap pro pada industri, harus tetap dijalankan,” jelasnya.

Menurutnya, calon Menkeu yang baru harus berkomitmen terlebih dahulu untuk mendukung industri domestik sebelum dilantik. “Kita sumpah dulu (calonnya) sebelum dilantik Presiden,” imbuhnya.

Konsep tax holiday menurut Hidayat, nantinya tidak diberikan kepada seluruh industri melainkan berdasarkan wilayah atau jenis sektor industri. Untuk wilayah, kata dia, diprioritaskan untuk wilayah Indonesia timur, sedangkan jika tax holiday diberikan per sektor diharapkan untuk industri yang berbasis tenaga kerja, teknologi dan pertanian.

Seperti diketahui, Sri Mulyani telah memberikan sinyal untuk menyetujui pemberlakuan tax holiday guna meningkatkan investasi yang masuk ke Indonesia. Gita menjelaskan, pihaknya akan melakukan diskusi lanjutan dengan Sri Mulyani Indrawati untuk membahas konsep pemberlakuan tax holiday.

“Kami sudah melakukan diskusi antaranggota kabinet bidang ekonomi. Sudah ada keterbukaan dengan Menkeu. Dia setuju menerima bahwa konsep tax holiday penting untuk menggenjot investasi, konsesi fiskal penting untuk genjot investasi. Dalam waktu dekat kami akan duduk lagi dan tindaklanjuti konsep, mudah-mudahan bisa jadi kebijakan,” kata Gita.

Gita menjelaskan, pihaknya fleksibel untuk sektor industri yang akan mendapatkan tax holiday. Sektor yang layak untuk mendapat tax holiday, menurut Gita, adalah sektor yang memang tidak mungkin diminati oleh investor apabila tidak ada insentif, misalnya sektor energi nabati.

“Kalau sektor yang pasti diminati, buat apa kita kasih tax holiday, karena mereka pasti akan masuk dengan sendirinya,” jelasnya.

Sedangkan berdasarkan wilayah, menurutnya, pemberlakuan tax holiday perlu diprioritaskan bagi kawasan Indonesia Timur. “Saya setuju Indonesia Timur perlu diprioritaskan, apakah ke NTT, Papua, dan lainnya,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: