290 Pegawai Pajak Dikenai Sanksi

Koran Tempo, 29 April 2010

SURAKARTA — Selama kuartal pertama tahun ini, Direktorat Jenderal Pajak telah menjatuhkan sanksi terhadap 290 pegawainya atas pelanggaran yang mereka lakukan.

Menurut Direktur Jenderal Pajak Mochammad Tjiptardjo, sanksi yang diberikan beragam, mulai teguran lisan atau tertulis hingga diberhentikan dengan tidak hormat. Tindakan itu sebagai bentuk keseriusan instansinya dalam melakukan reformasi birokrasi.

“Kami berupaya meraih kembali kepercayaan publik. Jangan sampai kasus-kasus yang lalu terulang kembali,” kata Tjiptardjo setelah meresmikan Kantor Perwakilan Pajak Jawa Tengah II di Surakarta kemarin.

Dia mengakui kasus mafia perpajakan yang dilakukan Gayus Halomoan Tambunan dan yang terjadi di Surabaya sebagai contoh kasus yang telah membuat hati masyarakat tersakiti.

“Kasus Gayus dan Surabaya memberi citra yang kurang baik bagi kami. Karena nila setitik rusak susu sebelanga,” ujarnya.

Untuk mencegah hal serupa terjadi, Tjiptardjo mengaku telah meningkatkan pengawasan untuk mempersempit ruang gerak pegawainya yang berniat jahat.

Dia berjanji akan menindak siapa pun pegawai Pajak yang terbukti melakukan kejahatan pajak. “Kami juga siap untuk diawasi dan diperiksa,” kata Tjiptardjo.

Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao menambahkan, ia masih memeriksa 10 pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang menjadi atasan Gayus, tersangka mafia kasus pajak. Meskipun sebelumnya Direktorat Jenderal Pajak telah merehabilitasi empat orang di antaranya, karena dinilai tak memiliki hubungan langsung dengan Gayus selama Gayus menangani kasus pajak.

“Mereka bukan tak terbukti, tapi belum terbukti,” ujarnya pada kesempatan terpisah.

Karena itu, dia melanjutkan, hingga kini Inspektorat Jenderal masih memeriksa 10 atasan Gayus tersebut.

Hekinus mengatakan tak memiliki target penyelesaian pemeriksaan atasan Gayus. Sebab, pemeriksaan, terutama penggalian berkas khusus, memerlukan waktu cukup lama. Apalagi bila ada orang lain yang tersangkut.

Menurut Kepala Penyuluhan dan Pelayanan Humas Direktorat Jenderal Pajak Iqbal Alamsjah, pemeriksaan enam atasan Gayus itu telah diintensifkan oleh Kepatutan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur dan Kepolisian.

“Empat pejabat tak ditemukan indikasi keterlibatannya dan enam pejabat lagi ada di lintasan pekerjaan,” ujarnya secara terpisah.

Sedangkan dari tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian, tak satu pun berasal dari pejabat Direktorat Jenderal Pajak. Tiga tersangka itu adalah Haposan Hutagalung, Andi Kosasih, dan Sjahril Djohan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyadari masyarakat saat ini tak sabar ingin mengetahui tindakan pemerintah terhadap aparat Pajak yang memiliki kekayaan mencurigakan.

Karena itu, salah satu upaya yang akan dilakukan kementeriannya antara lain laporan kekayaan hakim Pengadilan Pajak akan segera dicocokkan dengan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak. Ia berharap upaya itu dapat menjadi pintu masuk dalam memverifikasi integritas hakim pajak sehingga masyarakat akan mendapatkan kepastian transparansi di Pengadilan Pajak.

Pencocokan laporan kekayaan hakim Pengadilan Pajak ini merupakan salah satu hasil pertemuan Sri Mulyani dengan Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Komisi Yudisial, Mahkamah Agung, dan pimpinan Pengadilan Pajak di kantornya kemarin.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Thomas Sugijata pada Selasa membenarkan ada pejabat di direktoratnya, berinisial T dan J, diduga memiliki rekening mencurigakan seperti yang dilaporkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Pejabat itu setingkat direktur dan keduanya menjabat kepala kantor wilayah.

Ihwal rekening mencurigakan ini, Hekinus mengatakan inspektoratnya belum mulai memeriksa pejabat Pajak serta Bea dan Cukai. “Belum prioritas ke rekening, karena nanti kami kehilangan fokus. Tapi kasus rekening akan kami periksa,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: