UKM Paling Banyak Jadi Korban Pajak

Vivanews.com, 8 April 2010
VIVAnews – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) paling banyak menjadi korban pemerasan petugas pajak. Pasalnya, selain jumlah pengusaha UKM jauh lebih banyak dibandingkan korporasi, mayoritas pelaku UKM tidak memahami seluk-beluk perpajakan.

“Paling banyak UKM. Kalau pengusaha besar hanya segelintir dan mereka rata-rata lebih kritis dan punya kekuatan,” kata  Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Dave Laksono dalam keterangannya, Kamis 8 April 2010.

Dave mengatakan, pengusaha UKM lebih rentan dieksploitasi petugas pajak, karena pendidikan pelaku UKM rata-rata tidak terlalu tinggi, sosialisasi dan edukasi tentang perpajakan juga sangat kurang. “Apa disengaja atau tidak, edukasi tentang perpajakan sangat minim ke masyarakat,” ujar Dave.

AMPI juga menilai format dan item-item perpajakan masih sangat kompleks. Bagi masyarakat awam, melihat formulir pajak saja sudah memusingkan. Untuk itu, AMPI meminta agar format isian perpajakan dibuat lebih sederhana dan gampang dicernah oleh masyarakat. “Daftar isiannya saja sudah complicated. Celah inilah yang membuat wajib pajak tergodah mencari jalan pintas. Bagi petugas pajaknya sih gampang karena dia yang buat,”  tandas Dave.

Pembuktian Terbalik

Sementara itu, AMPI juga mendesak Menteri Keuangan tidak sekedar memeriksa SPT petugas pajak yang terlibat markus pajak. Menteri Keuangan juga harus menerapkan pembuktian terbalik dan mengusut tuntas asal muasal harta kekayaan para petugas pajak. “SPT itu kan bisa saja dikarang-karang. Apalagi dia petugas pajak, maka kami mendesak penerapan pembuktian terbalik atas semua petugas pajak. Yang tidak pernah korupsi ya jangan takut,” tambah Dave.

AMPI memperkirakan lebih dari 80 persen pegawai pajak pernah melakukan korupsi atau menikmati dana hasil pemerasan kepada wajib pajak. Meski modernisasi sistem sudah dilakukan di perpajakan, namun AMPI menilai, kejahatan yang dilakukan individu dibelakang sistem jauh lebih canggi dari sistem itu. Hal itu terbukti dengan adanya modernisasi sistem perpajakan dan remunirasi,  ternyata volume dan intensitas korupsi diperpajakan tidak kendor, bahkan mewabah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: