Pajak Ditarget Rp7,17 triliun

Harian Seputar Indonesia, 12 Maret 2010
PALEMBANG (SI) – Berbagai upaya dilakukan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk merealisasikan target pendapatan pada 2010 sebesar Rp7,17 triliun.

Salah satunya dengan menjaring 20.000 wajib pajak (WP) baru dan melakukan pendataan akurasi (koreksi) laporan pajak pribadi dan badan yang dicurigai tidak sesuai fakta yang dilaporkan. “Mengenai peluang realisasi target pendapatan pajak Rp7,17 triliun pada 2010, dibanding realisasi pajak 2009 yang hanya Rp6,5 triliun, kita akan mendongkraknya dari sektor tambang, perkebunan, dan penerimaan proyek SKPD (satuan kerja perangkat daerah).

Di mana, untuk pendapatan pajak dari proyek SKPD, nilainya cukup besar.Akan tetapi,selain dari sektor tersebut, kita juga menargetkan pencapaian pajak melalui WP baru,” ujar Kepala Kanwil DJP Sumsel-Kepulauan Babel Estu Budiarto saat penyampaian SPT Tahunan di Griya Agung,Kamis (11/3).

Kemudian, meskipun realisasi penerimaan pajak 2009 sebesar Rp6,5 triliun tidak mencapai target yang ditetapkan, yakni hanya mencapai Rp6,235 triliun, secara keseluruhan pajak tahun lalu mengalami pertumbuhan sebesar 4,85%. Untuk itu, kalau memang laporan wajib pajak SPTnya A, tetapi ternyata menurut DJP SPT-nya B, pihaknya akan memanggil WP tersebut dan diajak bicara dengan menyodorkan data dan fakta. Jadi, mengenai kemungkinan ada laporan SPT yang tidak sesuai fakta, akan tetap memberikan kesempatan bagi WP untuk melakukan perbaikan.Dengan begitu, pencapaian target pajak akan tercapai “Kalau memang ada indikasi pidana,kita akan pidanakan pada jalur hukum.

Sebab, selain melakukan koreksi, DJP Sumsel dan Kepulauan Babel juga melakukan berbagai acara untuk mengampanyekan kesadaran pembayar pajak sebagai modal untuk pembiayaan pembangunan,”ungkapnya. Selain itu, dengan kampanye isi bareng SPT tahunan, diharapkan 20.000 WP baru terjaring, sehingga jumlah WP saat ini mencapai 435.000 akan bertambah lebih banyak lagi. Untuk menjaring 20.000 WP baru, DJP menggunakan indikator kinerja utama (IKU), di mana jumlah WP terdaftar dibandingkan jumlah kepala keluarga (KK) yang ada. “Terhitung 1 Januari lalu, semua WP sudah mengisi dan DPJ sudah terimanya,kendati batas akhir yang diatur undang-undang untuk WP pribadi berakhir 31 Maret. Sedangkan, WP badan berakhir pengisian setelah empat bulan berakhirnya tahun pembukuan.

Namun, umumnya WP Badan sebagian besar sudah berakhir 31 Desember, kendati masa akhirnya 30 April untuk WP badan,”ujar dia. Selain itu, pihaknya akan menyusun langkah strategis p-engamanan penerimaan pajak. Salah satunya pencairan penagihan tunggakan pajak. Dari data Kanwil DJP Sumsel dan Babel, jumlah tunggakan awal mencapai Rp1,3 miliar, dengan pencairan Rp600 juta, sehingga jumlah tunggakan akhir tahun 2009 berkisar Rp700 juta. “Telah kita paparkan penambahan wajib pajak tahun lalu. Di mana, penambahan wajib pajak tahun lalu meningkat menjadi 170.000, dengan penambahan terbanyak dari wajib pajak pribadi, yakni 163.000,”ungkapnya.

Sementara itu,Gubernur Sumsel H Alex Noerdin juga mengimbau rakyat Sumsel untuk menyampaikan SPT sebelum 31 Maret. sebab, jika jauh-jauh hari sudah dilakukan pembayaran pajak, hal yang ada tidak akan rumit. Jika sudah mendekati waktu pembayaran pajak, akan rumit dan ramai. “Lebih cepat lebih baik karena kalau mepet pasti pelayanan pasti lebih lama.Pajak memang diperlukan karena 20% pasti kembali untuk pembangunan daerah,”ungkap dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: