Panja Perpajakan DPR ancam ditjen Pajak

Jumat, 19/02/2010 16:45:30 WIB

JAKARTA (Bisnis.com): Panja Perpajakan DPR mengancam akan menggunakan fungsi penyelidikan dengan membentuk panitia khusus angket perpajakan jika Dirjen Pajak menolak memberikan data penunggak pajak terbesar yang tenggat waktunya jatuh hari ini.

Ketua Panja Perpajakan Melkias Markus Mekeng mengungkapkan sampai saat ini pihaknya belum menerima data penunggak pajak terbesar nasional dari Dirjen Pajak. Pemberian data tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Dirjen Pajak dan Panja Perpajakan dalam rapat dengar pendapat pada Rabu.

“Sampai saat ini kami belum menerima. Kalau batasnya hari ini berarti kami tunggu sampai jam 12 malam. Tapi waktu rapat kemarin mereka sudah sepakat untuk memberikan data itu,” katanya di Jakarta hari ini.

Menurut dia, jika Dirjen Pajak ternyata ingkar dengan tidak memberikan data tersebut maka panja akan mengambil langkah tegas dengan mengusulkan pembentukan pansus angket. “Kalau fungsi pengawasan [melalui panja perpajakan] tidak berjalan, maka kami akan jalankan fungsi penyelidikan karena ini menyangkut penerimaan negara yang tertunggak,” jelasnya.

Terlebih, lanjutnya, dalam kasus tunggakan pajak ini potensi kerugian negara yang bisa ditimbulkan lebih besar dibandingkan kasus Bank Century yang hanya Rp6,7 triliun. “Ini nilainya lebih dari kasus Century,” tambahnya.

Sebelumnya, Panja Perpajakan DPR meminta Ditjen Pajak menyerahkan data penunggak pajak terbesar, paling lambat hari ini. Per 17 Februari 2010, nilai total outstanding piutang pajak mencapai Rp44 triliun. (mrp)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: