Maret, Gaji Pensiunan Dipotong

Wednesday, 10 February 2010

Surya Online, 10 Februari 2010Jika Belum Ber-NPWP, Total 28.545 Orang

SURABAYA – SURYA- PT Tabungan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) Surabaya mencatat, 28.545 pensiunan belum memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP), sedang 21.746 telah ber-NPWP.

Pesiunan yang belum mendaftarkan dirinya sebagai wajib pajak (WP) ke kantor pelayanan pajak terdekat, akan dikenai potongan pajak 20 persen lebih besar per Maret 2010.

Kepala Kantor Cabang Surabaya PT Taspen (Persero) Nelson Bagindo mengatakan, dari 134.787 nasabah pensiunan yang tercatat, sekitar 50.291 wajib membayar pajak karena penghasilan mereka di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) atau di atas Rp 1,5 juta.

Sisanya, sekitar 84.496 pensiunan tidak wajib membayar pajak karena penghasilan mereka di bawah PTKP. “Data itu per 3 Februari 2010. Hampir setiap hari ada tambahan baru pensiunan yang melaporkan dirinya sebagai wajib pajak,” jelas Nelson.

Selama ini, penghasilan para pensiunan yang di luar PTKP sebetulnya telah dipotong pajak sebesar lima persen per tahun, namun pajak ini disubsidi pemerintah.

Sebagai ilustrasi, untuk penghasilan Rp 1,6 juta per bulan, yang dikenai pajak hanya Rp 1,6 juta–1,5 juta = Rp 100.000 dikalikan lima persen yakni Rp 5.000 dibagi 12 bulan). Artinya, setiap bulan pemerintah memberi subsidi sekitar Rp 417.

Apabila ia tidak mendaftarkan diri sebagai wajib pajak, maka untuk penghasilan di luar PTKP tersebut dikenai pajak 20 persen, yakni Rp 100.000 x 20 persen = Rp 20.000 : 12 bulan. Berarti per bulan akan dipotong pajak Rp 1.666. Dari potongan pajak ini hanya 5 persen yang disubsidi oleh pemerintah.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim I Ken Dwijugiasteady menambahkan, pertumbuhan wajib pajak khusus pensiunan cukup bagus.

“Sebetulnya, kalau soal pajak tidak mengenal kategori pensiun atau bukan, semua warga negara memiliki kewajiban membayar pajak,” kata Ken.

Hanya saja, kebijakan mewajibkan pensiunan terdaftar sebagai wajib pajak baru disosialisasi akhir 2009. Jumlah pensiunan yang mendafarkan diri rata-rata 3.000–4.000 orang per bulan.

“Besar potongan pajak itu sebetulnya tidak sebesar yang dibayangkan orang. Bukan persentase pendapatan yang dikenai pajak, namun yang di luar PTKP. Mungkin karena ketidaktahuan ini mereka bergegas mendaftarkan diri sebagai wajib pajak,” ujar Ken.

PT Taspen Kacab Surabaya membawahi 14 pemerintah daerah kabupaten/kota di Jatim, mencakup Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Bangkalan, Sampang , Pamekasan, Sumenep, dan Provinsi Jatim.

Pertumbuhan nasabah di 2010 ditargetkan kisaran dua persen. Kalau jumlah nasabah tergantung pengangkatan PNS masing-masing pemda.

Dana kelola PT Taspen secara nasional kisaran Rp 3 triliun, sebagian besar disimpan dalam bentuk instrumen deposito. “Untuk angka Kacab Surabaya, setiap bulan rata-rata kita bayar dana pensiun sekitar Rp 179,612 miliar (per Januari 2010),” ujarnya.

Untuk mempermudah pembayaran dana pensiun tiap bulannya, PT Taspen menjalin kerja sa sama dengan tujuh mitra, antara lain, BTPN, Bank Jatim, BRI, PT Pos, Bank Mandiri, BTN, dan Bank Bumiartha. Pembayaran terbesar di PT Pos dengan cara tunai.

Selain mengelola dana pensiun, PT Taspen juga mengelola tunjangan hari tua (THT). Premi yang dikelola untuk THT tercatat Rp 28,832 miliar per Januari 2010 dengan kepesertaan 173.606 orang. Klaim yang dibayarkan sebesar Rp 17,681 miliar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: