437 WP hotel terapkan pajak online

Bisnis Indonesia, 10 Februari 2010
Sistem online wajib bagi WP ditunjuk

JAKARTA: Sedikitnya 437 wajib pajak (WP) hotel, restoran, dan tempat hiburan di Jakarta sudah menerapkan sistem pajak online sejak program itu diluncurkan pada awal tahun ini.

Dinas Pelayanan Pajak DKI menargetkan paling lambat pada April 2010 sebanyak 800 WP hotel, restoran dan tempat hiburan yang jadi sasaran sudah menerapkan sistem pajak online.

“Jadi sisa wajib pajak yang belum terkoneksi pajak online, yakni 373 WP akan diterapkan paling lambat April 2010,” tutur Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Reynalda Madjid, kemarin.

Pemasangan peralatan elektronik terkait dengan penarikan pajak tersebut, lanjutnya, telah dilakukan sejak Januari 2010 menyusul rampungnya proses elelang pelaksana kegiatan itu pada awal tahun ini.

Reynalda menambahkan hingga hari ini, pemasangan komputer beserta perangkat dan sistem pajak online sudah dilakukan di 437 wajib pajak. “Artinya, saat ini Dinas Pelayanan Pajak DKI sudah dapat menerima data penerimaan pajak dari usaha mereka secara langsung.”

Dia pun mengakui dengan adanya WP yang sudah terkoneksi sistem online maka terdapat peningkatan penerimaan pajak walaupun tidak terlalu signifikan. Namun Reynalda optimistis penerapan sistem pajak online dapat memberikan kontribusi sekitar 14,45% dari target pendapatan tahun ini sebesar Rp22,17 triliun.

Selanjutnya Dinas Pelayanan Pajak DKI akan melakukan evaluasi setelah seluruh 800 WP hotel, restoran dan tempat hiburan tersebut sudah terkoneksi dengan sistem online. “Evaluasi untuk melihat seberapa besar kenaikan penerimaan pajak setelah pemberlakukan sistem online tersebut,” ujarnya.

Tahun selanjutnya, diharapkan jumlah WP yang akan menggunakan sistem pajak online akan lebih banyak. Sehingga target pada 2011 seluruh WP telah terkoneksi secara online bisa tercapai.

Tahun ini, Pemprov DKI memang hanya akan menerapkan sistem pajak terhadap 800 WP dari sediktinya 6.000 WP sektor hiburan, hotel, dan restoran yang ada di wilayah Jakarta. Hal itu terkait dengan terbatasnya anggaran Pemprov DKI.

Dalam APBD DKI periode 2009-2013, dialokasikan dana sebesar Rp44 miliar untuk penerapan pajak online. Tahap pertama, dialokasikan sebesar Rp2,6 miliar, atau hanya cukup untuk 800 WP yang terdiri dari 609 restoran, 78 hotel, dan 113 tempat hiburan.

Selain terkendala biaya, sistem online juga dipertimbangkan dengan perangkat cash register yang dimiliki WP. “Apalagi, lanjutnya, ada sekitar 5% dari keseluruhan tidak memiliki teknologi komputer,” jelas Reynalda.

Dinas Pajak, lanjutnya, juga tidak akan menerapkan sistem online bagi usaha yang penerimaan pajaknya kecil, dengan pertimbangan ketidakseimbangan antara harga perangkat dan jumlah pajak terjaring.

Berdasarkan data Dinas Pelayanan Pajak DKI, jumlah wajib pajak jenis usaha restoran sekitar 5.700, hotel 400 wajib pajak, dan hiburan 800 wajib pajak. Sebelumnya, 11 wajib pajak telah menerapkan sistem online a.l Izzy Pizza, Starbucks Cafe, Hotel Tropical, McDonalds, Burger King, dan Blitz Megaplex.

Sekretaris Daerah Muhayat mengatakan penerapan sistem pajak online akan berlaku wajib bagi mereka yang ditunjuk. Hal ini sesuai dengan instruksi Gubernur DKI No.82/2008 yang menyebutkan bahwa setiap pengajuan permohonan izin usaha pariwisata maupun UUG, pemilik harus membuat surat pernyataan atau bersedia agar pajaknya dibayar lewat sistem online.

“Jika tidak bersedia membuat pernyataan seperti itu, mereka tidak akan mendapatkan izin usaha dan UUG.”

Acuan hukum lainnya, lanjut Muhayat, yakni Perda No.3/2003 tentang Pajak Restoran. Hal itu dimaksudkan agar petugas mendapatkan data akurat dan terbaru dari WP. Selain itu, untuk menekan penyimpangan dan peningkatan PAD DKI.

“Bagi wajib pajak yang menolak, akan diterapkan sanksi administrasi, bisa berupa peringatan, atau bahkan pencabutan izin usaha.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: